Friday, 3 October 2014

Dari Hal yang Paling Sederhana

Dari hal yang paling sederhana itulah kepribadian akan terbentuk.
Sedikit cerita yang saya amati hari ini,
Tadi, sewaktu perjalanan pulang ke rumah kedua saya ini, saya melihat anak kecil bersama orang tua dan kakaknya. Anak kecil  itu membawa beberapa bungkus makanan dan minuman. Setelah makanan dan minuman itu habis, si anak berkata pada orang tuanya, "ma, ini adik buang disini ya?" *sambil menunjuk sisi jalan
dengan santainya si ibu menjawab, "iya dek, buang saja"
si anak bertanya lagi pada kakaknya, "adik buang disini ya kak?"
dengan tolehan singkat dan tanpa ada rasa kepedulian, si kakak menjawab, "iya"

Saya hanya bisa berkata dalam hati, 'untung bukan adik saya, kalau adik saya pasti sudah saya omeli habis - habisan'

Tidak habis pikir kenapa orang tua tega membiarkan anaknya mengembangkan kebiasaan - kebiasaan buruk. Seandainya setiap jarak 10 meter para orang tua berkata seperti itu kepada anaknya, ada berapa sampah yang akan dihasilkan? Belum lagi, hal itu dibawa oleh si anak hingga ia dewasa. Apa harus menunggu sampai suatu saat si anak bisa menyadari jikalau perbuatan itu salah? Jika demikian, jangan salahkan pemerintah yang tidak bisa mengatasi permasalahan banjir akibat sampah, sampah yang menumpuk di TPA, asap akibat pembakaran sampah, maupun bau tak sedap dimana - mana. Ya itu sudah konsekuensi. Kenapa sebagai orang tua, begitu mudahnya berkata demikian kepada anak - anaknya. Apa itu adalah hal sepele? Menurut saya tidak.

Seperti prinsip - prinsip kejujuran, kepekaan, kesederhanaan, kerja keras, dll. Itu bukan hal sepele. Dari situlah kepribadian seseorang akan terbentuk. Ingat sekali bagaimana orang tua saya mendidik saya, dikatakan keras, iya, memang keras. Tetapi, dari merekalah saya belajar untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik.

Sewaktu sd hingga saat ini pun orang tua saya sama sekali tidak pernah menekan saya dalam hal prestasi akademik di sekolah. Tetapi mereka selalu menekankan pada prinsip kejujuran dalam hal apapun. Ya, buat apa belajar, mencari ilmu, kalau ujung - ujungnya hanya berorientasi pada nilai dengan cara yang tidak benar, percuma.

Begitulah, hal - hal prinsip yang harus terus kita pelajari. Mulai berorientasi pada proses, suatu saat kita juga akan berada di posisi sebagai pendidik

No comments:

Post a Comment