Bisa membuat seseorang menjadi lebih baik dari sedikit ilmu yang kita ajarkan pasti hal itu akan membawa kebahagiaan tersendiri. Terlebih dalam urusan agama, sedikit saja, hanya hal yang umum yang mudah dimengerti, bukan hal - hal yang yang terlalu mendalam karena nanti justru tidak bisa menyampaikannya dengan baik.
Ya sedikit saja, hanya dengan sedikit kata - kata yang kita ucapkan, mereka yang tersentuh hatinya sedikit demi sedikit bisa berubah. Saya yakin ini tidak hanya karena apa yang diucapkan, hati yang penuh kelembutan lah yang bisa menerima ilmu dengan baik, Dia yang membukakan hati dalam setiap majelis ilmu.
Teruntuk adik - adikku: ketika kalian berubah menjadi lebih baik itu karena ada keinginan di hati kalian untuk berubah, karena Allah menyayangi kalian. Dari yang awalnya tidak bisa menunaikan shalat dengan rutin, lalu kemudian kalian menjadikan shalat itu menjadi sesuatu yang rutin. Dari yang awalnya kalian jarang membuka Al-Qur'an, lalu kalian isi hari - hari kalian dengan menghafal Al-Qur'an, itu menunjukkan kecintaan kalian kepadaNya. Percayalah Dia juga akan mencintai kalian. Ketika kalian diuji, Dia hanya ingin tahu seberapa besar kesabaran kalian dalam mencintaiNya. Percayalah, di setiap langkah Dia selalu ada bersama kalian.
"Dan apabila hamba - hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran" [2:186]
If you can dream it, you can do it! Believe in yourself! Have faith in your abilities! Without a humble but reasonable confidence in your own powers you cannot be successful or happy :) Keep your eyes on stars and your feet on the ground !
Sunday, 12 October 2014
Saturday, 11 October 2014
Disiplin!
Pelajaran yang saya dapat minggu ini, tepatnya tadi malam. Disiplin!
ini nih, jangan pernah meremehkan yang namanya deadline, haha
Alhamdulillah diingatkan sekarang :)
kalau sudah gini kan bisa instropeksi diri. Gara - gara sampainya terlambat jadinya di diskualifikasi kan. Coba kalau sudah di lingkungan kerja, ikut tender misal. Gak kebayang kalau sudah mempersiapkan berkas - berkas, eh cuma gara - gara ngumpulkannya terlambat gak bisa ikut.
Hehe, jadi jera sejera - jera nya deh. mulai sekarang gak mau jadi deadliner lagii.
No, from now!
umumnya kita sebagai mahasiswa meremehkan batas pengumpulan misalnya aja, paper lomba, tugas - tugas, dll. Terus kalau dalam kehidupan sehari - hari contohnya aja masuk kelas, datang rapat, dll. ternyata hal - hal demikian tidak bisa dianggap remeh.
Oke, jadi mulai sekarang harus berusaha 'tepat waktu'. Ingat gimana kecewanya, sudah bayar, sudah ngirim, eh ternyata di diskualifikasi. Salah siapa tidak disiplin?
"Pelajaran emang mahal harganya"
ini nih, jangan pernah meremehkan yang namanya deadline, haha
Alhamdulillah diingatkan sekarang :)
kalau sudah gini kan bisa instropeksi diri. Gara - gara sampainya terlambat jadinya di diskualifikasi kan. Coba kalau sudah di lingkungan kerja, ikut tender misal. Gak kebayang kalau sudah mempersiapkan berkas - berkas, eh cuma gara - gara ngumpulkannya terlambat gak bisa ikut.
Hehe, jadi jera sejera - jera nya deh. mulai sekarang gak mau jadi deadliner lagii.
No, from now!
umumnya kita sebagai mahasiswa meremehkan batas pengumpulan misalnya aja, paper lomba, tugas - tugas, dll. Terus kalau dalam kehidupan sehari - hari contohnya aja masuk kelas, datang rapat, dll. ternyata hal - hal demikian tidak bisa dianggap remeh.
Oke, jadi mulai sekarang harus berusaha 'tepat waktu'. Ingat gimana kecewanya, sudah bayar, sudah ngirim, eh ternyata di diskualifikasi. Salah siapa tidak disiplin?
"Pelajaran emang mahal harganya"
Tuesday, 7 October 2014
5 Aspek Penilaian
Dapat sedikit ilmu sekaligus nasehat dari dosen struktur beton 1 tadi. Singkat tetapi bisa menjadi evaluasi bagi kita nih, sebelum terlambat. Hehe
Ada 5 aspek penilaian dalam dunia kerja yang menunjukkan tingkat kedewasaan atau tingkat kematangan sikap seseorang, yaitu:
1. Pengendalian Diri
Berkaitan dengan cara kita mengendalikan emosi ketika menghadapi suatu persoalan
2. Mudah Beradaptasi
Semangat tinggi merupakan kunci sukses yang memegang peran dominan
4. Integritas
Integritas meliputi Kejujuran, Komitmen
5. Inisiatif
Orang yang banyak melakukan inisiatif mencirikan orang kreatif.
Mau sukses? Ayo kita aplikasikan hal - hal diatas dalam kehidupan kita sehari - hari! :)
Ini ada sedikit info yang saya kutip dari blog lain
sumber: http://ipotes.wordpress.com/
Ada 5 aspek penilaian dalam dunia kerja yang menunjukkan tingkat kedewasaan atau tingkat kematangan sikap seseorang, yaitu:
1. Pengendalian Diri
Berkaitan dengan cara kita mengendalikan emosi ketika menghadapi suatu persoalan
2. Mudah Beradaptasi
Seseorang yang mudah beradaptasi pasti tidak kesulitan ketika menghadapi berbagai situasi yang diakibatkan oleh interaksi dengan orang lain (baik atasan, rekan kerja, maupun bawahan)
3. Semangat BerprestasiSemangat tinggi merupakan kunci sukses yang memegang peran dominan
4. Integritas
Integritas meliputi Kejujuran, Komitmen
5. Inisiatif
Orang yang banyak melakukan inisiatif mencirikan orang kreatif.
Mau sukses? Ayo kita aplikasikan hal - hal diatas dalam kehidupan kita sehari - hari! :)
Ini ada sedikit info yang saya kutip dari blog lain
sumber: http://ipotes.wordpress.com/
Tes Skala Kematangan yang diujikan dalam tes CPNS sesungguhnya adalah
sebuah tes psikologi yang mengukur tingkat kedewasaan (kematangan
sikap) seseorang dalam bertindak terhadap situasi tertentu. Dalam Ilmu
Psikologi, Tes Skala Kematangan merupakan adaptasi dari Maturity Test atau Test of Adultness. Para psikolog yang mengembangkan Maturity Test
ini antara lain Dr.Robert Epstein, seorang psikolog Amerika yang
meraih gelar PhD bidang Psikologi dari Universitas Harvard pada tahun
1981. Epstein adalah profesor dan peneliti psikologi, yang mendirikan Cambridge Center for Behavioral Studies
di Massachusetts Amerika. Epstein juga merupakan peneliti dan Profesor
pada California School of Professional Psychology, sekaligus mengajar
di National University, Boston University, the University of
Massachusetts at Amherst, the University of California San Diego, and
the HAL College of Technology and Design (Japan).
Saturday, 4 October 2014
1st Competition in The University
Hanya ingin retell pengalaman aja sih.
Mestinya ini tulisan untuk di post beberapa bulan yang lalu.
Pengalaman pertama berkompetisi di tingkat universitas.
Berawal dari coba - coba..
Membuat proposal dan menyelesaikan sesuai waktu yang telah ditetapkan. Tetapi terasa sekali perbedaan kompetisi di sma dan universitas. Bedanya ya kita dituntut untuk lebih 'paham' terhadap apa yang kita tulis. Dasarnya apa, tujuannya apa, prosedurnya gimana, luarannya apa, semua harus jelas. Ada maket atau product yang berkualitas, insyaAllah kesempatan menang diatas 80%.
Dan yang terakhir, 'good presentation'. Itu sangat menentukan wkwk.
Biasanya sih yang terpilih untuk mengikuti final maksimal 10 tim, dan untuk kompetisi kali ini untung aja yang diambil 10. jadi bisa masuk haha. Padahal yakin banget, proposal yang dibikin tidak maksimal sama sekali -.-
Alhamdulillah ada kesempatan buat belajar lebih banyak :)
Pengalaman presentasi di final itu luar biasa sekali, di setiap kompetisi pasti moment ini yang saya nanti - nanti :D
bisa beradu argumen dengan juri, mempertahankan karya yang kita buat, sekaligus menguji pemahaman kita.
1st day
Technical Meeting, disini saya bisa bertemu dengan teman - teman keren dari berbagai wilayah
2nd day
Presentation, moment yang menegangkan dan sekaligus menentukan. Jadi ya mau tidak mau harus menampilkan yang terbaik walau tanpa latihan *eh
Setelah presentasi inilah yang paling menyenangkan, paket field trip. Haha
Jalan - jalan ke Taman Pintar, keliling - keliling Malioboro dengan tour guide yang handal wkwk
3rd day
Seminar Nasional, pengisi seminarnya ada wakil menteri ESDM, Ir. Susilo Siswoutomo.
dan yang terakhir Pengumuman Pemenang.
Berharapnya dapat piala yang dipegang mas imam itu wkwk. Tapi ya, alhamdulillah sudah bisa melangkah sampai sini. Pelajaran berharga yang saya dapat 'lain kali persiapkan segalanya dengan maksimal dan berusaha lebih baik lagi' wkwk. Kalau tim nya mas imam, ada mas satya sama mas rois, mereka sih sudah ikut lomba dimana - mana, dan karyanya memang bisa benar - benar dipertanggung jawabkan. Congrats deh buat mereka!
untuk detail kegiatan selama disana buka aja link ini: http://marssksimist.blogspot.com/
Mestinya ini tulisan untuk di post beberapa bulan yang lalu.
Pengalaman pertama berkompetisi di tingkat universitas.
Berawal dari coba - coba..
Membuat proposal dan menyelesaikan sesuai waktu yang telah ditetapkan. Tetapi terasa sekali perbedaan kompetisi di sma dan universitas. Bedanya ya kita dituntut untuk lebih 'paham' terhadap apa yang kita tulis. Dasarnya apa, tujuannya apa, prosedurnya gimana, luarannya apa, semua harus jelas. Ada maket atau product yang berkualitas, insyaAllah kesempatan menang diatas 80%.
Dan yang terakhir, 'good presentation'. Itu sangat menentukan wkwk.
Biasanya sih yang terpilih untuk mengikuti final maksimal 10 tim, dan untuk kompetisi kali ini untung aja yang diambil 10. jadi bisa masuk haha. Padahal yakin banget, proposal yang dibikin tidak maksimal sama sekali -.-
Alhamdulillah ada kesempatan buat belajar lebih banyak :)
Pengalaman presentasi di final itu luar biasa sekali, di setiap kompetisi pasti moment ini yang saya nanti - nanti :D
bisa beradu argumen dengan juri, mempertahankan karya yang kita buat, sekaligus menguji pemahaman kita.
1st day
Technical Meeting, disini saya bisa bertemu dengan teman - teman keren dari berbagai wilayah
2nd day
Presentation, moment yang menegangkan dan sekaligus menentukan. Jadi ya mau tidak mau harus menampilkan yang terbaik walau tanpa latihan *eh
-------------
Jadi ceritanya gini, berhubung waktu itu jadwal kuliah padat, tugas - tugas lagi banyak - banyaknya, mengerjakan slide presentasi pun juga tidak bisa optimal, hari H keberangkatan ke Jogja pun masih harus ngebut bikin slide presentasi. Karena masih sibuk bikin slide, latihan presentasi pun terabaikan, saat itu sih mikirnya gini, "presentasi bisa nanti malam aja, setelah technical meeting". Selain lebih leluasa, biar tidak ketahuan peserta lain gitu, semacam strategi lah wkwk.
Eh ternyata kondisi tidak sesuai dengan harapan. Malamnya, ketika mau latihan presentasi, 'blub'. lampu mati. Sepertinya memang sengaja dimatikan -.-. Oke, akhirnya kami memutuskan untuk tidur. Wkwk.
Untung saja presentasi berjalan dengan lancar. Eh ternyata kondisi tidak sesuai dengan harapan. Malamnya, ketika mau latihan presentasi, 'blub'. lampu mati. Sepertinya memang sengaja dimatikan -.-. Oke, akhirnya kami memutuskan untuk tidur. Wkwk.
Setelah presentasi inilah yang paling menyenangkan, paket field trip. Haha
Jalan - jalan ke Taman Pintar, keliling - keliling Malioboro dengan tour guide yang handal wkwk
3rd day
Seminar Nasional, pengisi seminarnya ada wakil menteri ESDM, Ir. Susilo Siswoutomo.
dan yang terakhir Pengumuman Pemenang.
Berharapnya dapat piala yang dipegang mas imam itu wkwk. Tapi ya, alhamdulillah sudah bisa melangkah sampai sini. Pelajaran berharga yang saya dapat 'lain kali persiapkan segalanya dengan maksimal dan berusaha lebih baik lagi' wkwk. Kalau tim nya mas imam, ada mas satya sama mas rois, mereka sih sudah ikut lomba dimana - mana, dan karyanya memang bisa benar - benar dipertanggung jawabkan. Congrats deh buat mereka!
untuk detail kegiatan selama disana buka aja link ini: http://marssksimist.blogspot.com/
Friday, 3 October 2014
Dari Hal yang Paling Sederhana
Dari hal yang paling sederhana itulah kepribadian akan terbentuk.
Sedikit cerita yang saya amati hari ini,
Tadi, sewaktu perjalanan pulang ke rumah kedua saya ini, saya melihat anak kecil bersama orang tua dan kakaknya. Anak kecil itu membawa beberapa bungkus makanan dan minuman. Setelah makanan dan minuman itu habis, si anak berkata pada orang tuanya, "ma, ini adik buang disini ya?" *sambil menunjuk sisi jalan
dengan santainya si ibu menjawab, "iya dek, buang saja"
si anak bertanya lagi pada kakaknya, "adik buang disini ya kak?"
dengan tolehan singkat dan tanpa ada rasa kepedulian, si kakak menjawab, "iya"
Saya hanya bisa berkata dalam hati, 'untung bukan adik saya, kalau adik saya pasti sudah saya omeli habis - habisan'
Tidak habis pikir kenapa orang tua tega membiarkan anaknya mengembangkan kebiasaan - kebiasaan buruk. Seandainya setiap jarak 10 meter para orang tua berkata seperti itu kepada anaknya, ada berapa sampah yang akan dihasilkan? Belum lagi, hal itu dibawa oleh si anak hingga ia dewasa. Apa harus menunggu sampai suatu saat si anak bisa menyadari jikalau perbuatan itu salah? Jika demikian, jangan salahkan pemerintah yang tidak bisa mengatasi permasalahan banjir akibat sampah, sampah yang menumpuk di TPA, asap akibat pembakaran sampah, maupun bau tak sedap dimana - mana. Ya itu sudah konsekuensi. Kenapa sebagai orang tua, begitu mudahnya berkata demikian kepada anak - anaknya. Apa itu adalah hal sepele? Menurut saya tidak.
Seperti prinsip - prinsip kejujuran, kepekaan, kesederhanaan, kerja keras, dll. Itu bukan hal sepele. Dari situlah kepribadian seseorang akan terbentuk. Ingat sekali bagaimana orang tua saya mendidik saya, dikatakan keras, iya, memang keras. Tetapi, dari merekalah saya belajar untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik.
Sewaktu sd hingga saat ini pun orang tua saya sama sekali tidak pernah menekan saya dalam hal prestasi akademik di sekolah. Tetapi mereka selalu menekankan pada prinsip kejujuran dalam hal apapun. Ya, buat apa belajar, mencari ilmu, kalau ujung - ujungnya hanya berorientasi pada nilai dengan cara yang tidak benar, percuma.
Begitulah, hal - hal prinsip yang harus terus kita pelajari. Mulai berorientasi pada proses, suatu saat kita juga akan berada di posisi sebagai pendidik
Sedikit cerita yang saya amati hari ini,
Tadi, sewaktu perjalanan pulang ke rumah kedua saya ini, saya melihat anak kecil bersama orang tua dan kakaknya. Anak kecil itu membawa beberapa bungkus makanan dan minuman. Setelah makanan dan minuman itu habis, si anak berkata pada orang tuanya, "ma, ini adik buang disini ya?" *sambil menunjuk sisi jalan
dengan santainya si ibu menjawab, "iya dek, buang saja"
si anak bertanya lagi pada kakaknya, "adik buang disini ya kak?"
dengan tolehan singkat dan tanpa ada rasa kepedulian, si kakak menjawab, "iya"
Saya hanya bisa berkata dalam hati, 'untung bukan adik saya, kalau adik saya pasti sudah saya omeli habis - habisan'
Tidak habis pikir kenapa orang tua tega membiarkan anaknya mengembangkan kebiasaan - kebiasaan buruk. Seandainya setiap jarak 10 meter para orang tua berkata seperti itu kepada anaknya, ada berapa sampah yang akan dihasilkan? Belum lagi, hal itu dibawa oleh si anak hingga ia dewasa. Apa harus menunggu sampai suatu saat si anak bisa menyadari jikalau perbuatan itu salah? Jika demikian, jangan salahkan pemerintah yang tidak bisa mengatasi permasalahan banjir akibat sampah, sampah yang menumpuk di TPA, asap akibat pembakaran sampah, maupun bau tak sedap dimana - mana. Ya itu sudah konsekuensi. Kenapa sebagai orang tua, begitu mudahnya berkata demikian kepada anak - anaknya. Apa itu adalah hal sepele? Menurut saya tidak.
Seperti prinsip - prinsip kejujuran, kepekaan, kesederhanaan, kerja keras, dll. Itu bukan hal sepele. Dari situlah kepribadian seseorang akan terbentuk. Ingat sekali bagaimana orang tua saya mendidik saya, dikatakan keras, iya, memang keras. Tetapi, dari merekalah saya belajar untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik.
Sewaktu sd hingga saat ini pun orang tua saya sama sekali tidak pernah menekan saya dalam hal prestasi akademik di sekolah. Tetapi mereka selalu menekankan pada prinsip kejujuran dalam hal apapun. Ya, buat apa belajar, mencari ilmu, kalau ujung - ujungnya hanya berorientasi pada nilai dengan cara yang tidak benar, percuma.
Begitulah, hal - hal prinsip yang harus terus kita pelajari. Mulai berorientasi pada proses, suatu saat kita juga akan berada di posisi sebagai pendidik
Monday, 29 September 2014
Flashback
Bahagia itu sederhana.
Saat kita jauh dari orang tua dan tidak ada yang mengontrol keimanan kita, kita di dekatkan dengan orang - orang luar biasa.
yang ketika kita bilang "ayo sholat!", dengan hangat mereka menjawab "ayo!"
Ketika kita lalai, mereka ada untuk mengingatkan
Ketika kita berkata, "besok puasa yuk?", mereka menjawab, "iya, insya Allah"
pagi - pagi saat kita bertanya, "kamu jadi puasa kan?" :)
jawabannya, "alhamdulillah, iya"
Berasa tidak berjuang sendiri
Jadi ingat lebih dari 1 tahun lalu, tepat saat SNMPTN, pemilihan perguruan tinggi. Ada keyakinan tersendiri untuk hanya memilih jurusan dan universitas ini.
Tetapi bagaimana pun juga Dia yang Maha menentukan. Inget banget dulu pernah minta sama Dia, "kalau jurusan dan universitas ini adalah yang terbaik menurutMu dan bagi saya, maka semoga penerimaan ini menjadi jalan terbaik. Jika tidak, lebih baik jangan"
"dan jika diterima, dekatkan lah dengan orang - orang baik yang juga mencintaiMu agar diri ini selalu terjaga untuk tetap berada di jalanMu"
dan ternyata Dia benar - benar memberi seperti apa yang saya minta saat itu, subhanallah
Saat kita jauh dari orang tua dan tidak ada yang mengontrol keimanan kita, kita di dekatkan dengan orang - orang luar biasa.
yang ketika kita bilang "ayo sholat!", dengan hangat mereka menjawab "ayo!"
Ketika kita lalai, mereka ada untuk mengingatkan
Ketika kita berkata, "besok puasa yuk?", mereka menjawab, "iya, insya Allah"
pagi - pagi saat kita bertanya, "kamu jadi puasa kan?" :)
jawabannya, "alhamdulillah, iya"
Berasa tidak berjuang sendiri
Jadi ingat lebih dari 1 tahun lalu, tepat saat SNMPTN, pemilihan perguruan tinggi. Ada keyakinan tersendiri untuk hanya memilih jurusan dan universitas ini.
Tetapi bagaimana pun juga Dia yang Maha menentukan. Inget banget dulu pernah minta sama Dia, "kalau jurusan dan universitas ini adalah yang terbaik menurutMu dan bagi saya, maka semoga penerimaan ini menjadi jalan terbaik. Jika tidak, lebih baik jangan"
"dan jika diterima, dekatkan lah dengan orang - orang baik yang juga mencintaiMu agar diri ini selalu terjaga untuk tetap berada di jalanMu"
dan ternyata Dia benar - benar memberi seperti apa yang saya minta saat itu, subhanallah
Sunday, 28 September 2014
Di Balik Indahnya Langit Hari Ini
Langit itu indah ya :)
Seperti ada yang tersimpan disana.
Bukan hanya karena sinar bulan dan matahari yang begitu terang, tetapi rahasia yang ada di baliknya.
"Demi matahari dan sinarnya di pagi hari. Demi bulan apabila mengiringinya. Demi siang apabila menampakkannya. Demi malam apabila telah menutupinya. Demi langit serta pembinaannya. Demi bumi serta penghamparannya. Demi jiwa serta penyempurnaannya"
Disana kita bisa melihat, Dia sedang menunjukkan eksistensi melalui ciptaanNya.
Coba lihat ke langit! Hari ini, bulan sedang dalam keadaan sabit :)
Seperti ada yang tersimpan disana.
Bukan hanya karena sinar bulan dan matahari yang begitu terang, tetapi rahasia yang ada di baliknya.
"Demi matahari dan sinarnya di pagi hari. Demi bulan apabila mengiringinya. Demi siang apabila menampakkannya. Demi malam apabila telah menutupinya. Demi langit serta pembinaannya. Demi bumi serta penghamparannya. Demi jiwa serta penyempurnaannya"
Disana kita bisa melihat, Dia sedang menunjukkan eksistensi melalui ciptaanNya.
Coba lihat ke langit! Hari ini, bulan sedang dalam keadaan sabit :)
Saturday, 27 September 2014
Be A Productive Muslimah
Kita punya waktu 24 jam untuk melakukan hal - hal yang bermanfaat setiap harinya. Jadi manfaatkan waktu itu sebaik - baiknya. Lakukan banyak hal, tapi jangan lupa sama Allah.
Judulnya aja Be a Productive Muslimah, jadi ya kita harus bisa membuktikan. Seorang muslimah bisa berprestasi, bisa berkarya!
Waktu itu gak bakal terulang, coba deh ingat surah 103. Jelas - jelas Dia mengingatkan kita tentang pentingnya waktu. So, jangan malas - malasan lagi. Ayo jadi Productive Muslimah. Jangan gampang ngeluh ketika sudah memiliki target. Sedikit yang saya dapat dari majelis ilmu tadi
1. Pikirkan apa yang berani kamu impikan
2. Inginkan apa yang berani kamu pikirkan
3. Putuskan apa yang berani kamu inginkan
4. Rencanakan apa yang berani kamu putuskan
5. Lakukan apa yang berani kamu rencanakan
6. Perjuangkan apa yang berani kamu lakukan
7. Sukseskan apa yang berani kamu perjuangkan
Seorang muslimah sejati dia yang dengan akhlak, aqidah, iman, semangat, dan hijabnya dia bisa membawa perubahan, meninggalkan jejak positif di setiap peradaban.
Dia sekalipun memiliki tuntutan dan tanggung jawab yang begitu besar, tetap mampu tersenyum dan berkata "insyaAllah bisa". Selalu kuat dan bersyukur atas segala yang terjadi. Percaya bahwa segala yang terjadi dibawah kekuasaanNya. Semangat terus memperbaiki diri untuk menjadi Muslimah produktif!
Judulnya aja Be a Productive Muslimah, jadi ya kita harus bisa membuktikan. Seorang muslimah bisa berprestasi, bisa berkarya!
Waktu itu gak bakal terulang, coba deh ingat surah 103. Jelas - jelas Dia mengingatkan kita tentang pentingnya waktu. So, jangan malas - malasan lagi. Ayo jadi Productive Muslimah. Jangan gampang ngeluh ketika sudah memiliki target. Sedikit yang saya dapat dari majelis ilmu tadi
1. Pikirkan apa yang berani kamu impikan
2. Inginkan apa yang berani kamu pikirkan
3. Putuskan apa yang berani kamu inginkan
4. Rencanakan apa yang berani kamu putuskan
5. Lakukan apa yang berani kamu rencanakan
6. Perjuangkan apa yang berani kamu lakukan
7. Sukseskan apa yang berani kamu perjuangkan
Seorang muslimah sejati dia yang dengan akhlak, aqidah, iman, semangat, dan hijabnya dia bisa membawa perubahan, meninggalkan jejak positif di setiap peradaban.
Dia sekalipun memiliki tuntutan dan tanggung jawab yang begitu besar, tetap mampu tersenyum dan berkata "insyaAllah bisa". Selalu kuat dan bersyukur atas segala yang terjadi. Percaya bahwa segala yang terjadi dibawah kekuasaanNya. Semangat terus memperbaiki diri untuk menjadi Muslimah produktif!
Friday, 26 September 2014
Dan Cinta itu Datang Ketika ku Mulai Kembali MencintaiNya
Apa cinta itu salah? Enggak kan?
Karena saya yakin Dia yang ngasih perasaan itu. Tetapi masalahnya, cara mengendalikannya yang susah.
Susah juga ketika cinta itu datang saat saya ingin memfokuskan diri dalam hal lain. Perasaan yang entah datang darimana, perasaan yang Dia berikan saat saya sedang berusaha kembali mencintaiNya sepenuh hati.
Apa ini hanya cobaan? Sering bertanya - tanya kenapa perasaan ini bisa ada. Cuma bisa curhat sama Dia. Sering nangis di hadapanNya kalau sudah gak tahu lagi gimana cara mengendalikannya.
Berusaha banget menahan pandangan, membatasi komunikasi, dan menghindar darinya.
Sampai akhirnya saya sadar, saya tidak bisa terus - terusan seperti ini karena bagaimana pun juga saya harus bisa mengendalikannya.
Di setiap sujud selalu meminta kepadaNya untuk membantu mengendalikan perasaan ini. Jika perasaan ini dariNya, biarkan Dia yang mengatur jalan ceritanya.
Dia memang Maha pengasih, Maha penyayang, Maha mendengar, Maha segala - galanya. Bersyukur banget karenaNya perasaan ini bisa dikendalikan.
Karena hanya Dia cinta yang pertama dan utama. Karena ketaatan dan kedekatan kepadaNya dapat menjadi kekuatan yang luar biasa yang mampu menghadirkan penghalang. :)
Karena saya yakin Dia yang ngasih perasaan itu. Tetapi masalahnya, cara mengendalikannya yang susah.
Susah juga ketika cinta itu datang saat saya ingin memfokuskan diri dalam hal lain. Perasaan yang entah datang darimana, perasaan yang Dia berikan saat saya sedang berusaha kembali mencintaiNya sepenuh hati.
Apa ini hanya cobaan? Sering bertanya - tanya kenapa perasaan ini bisa ada. Cuma bisa curhat sama Dia. Sering nangis di hadapanNya kalau sudah gak tahu lagi gimana cara mengendalikannya.
Berusaha banget menahan pandangan, membatasi komunikasi, dan menghindar darinya.
Sampai akhirnya saya sadar, saya tidak bisa terus - terusan seperti ini karena bagaimana pun juga saya harus bisa mengendalikannya.
Di setiap sujud selalu meminta kepadaNya untuk membantu mengendalikan perasaan ini. Jika perasaan ini dariNya, biarkan Dia yang mengatur jalan ceritanya.
Dia memang Maha pengasih, Maha penyayang, Maha mendengar, Maha segala - galanya. Bersyukur banget karenaNya perasaan ini bisa dikendalikan.
Karena hanya Dia cinta yang pertama dan utama. Karena ketaatan dan kedekatan kepadaNya dapat menjadi kekuatan yang luar biasa yang mampu menghadirkan penghalang. :)
Friday, 29 August 2014
Renungan Malam
IP > 3,5 ; mengikuti beberapa
program pelatihan; mengejar beasiswa ini itu; mengikuti student exchange;
beasiswa luar negeri; menjuarai kompetisi nasional maupun internasional; hafal
al – qur’an; aktif organisasi, dll. Ah, begitu banyak hal ingin saya capai.
Target – target yang sudah saya tulis sejak 3 tahun yang lalu. Target – target
yang perlahan dapat saya wujudkan.
Someone who dream a lot, yeah!
Maybe. But, I always believe I can achieve it.
Mungkin saya berfikir semua
memiliki keinginan sama, tujuan sama. High destination.
Tetapi kenyataannya, di luar
sana ada yang pemikirannya begitu simple. Dan dia dengan pemikiran simple nya pernah mengalami kekecewaan. Mungkin dari sini saya harus belajar.
Ya, memang setiap orang merasa
kecewa ketika tidak mampu mencapai apa yang dia harapkan, tetapi terkadang
perasaan kecewa itu justru akan memberikan dampak yang luar biasa. Setiap
manusia mempunyai sisi lain yang hebat, sisi positif, dan potensi yang luar
biasa. Kuncinya, bersemangatlah dalam berbagai aktivitas, mulailah merangkai
anak tangga, dan ambilah langkah.
Katakan pada diri sendiri, kamu
bisa! Maka kamu pasti bisa.
Teruslah berfikir positif dan
berusahalah memandang orang lain dari sisi positifnya.
Bukalah jalan untuk diri sendiri
dan orang lain, yakinlah bahwa kita mampu memberi kebermanfaatan bagi orang
banyak. Karena sesungguhnya kebahagiaan terbesar adalah melihat orang lain
bahagia atas apa yang kita lakukan.
Thursday, 19 June 2014
Ayo Bikin PKM!
Buat kalian yang ngaku mahasiswa
pasti tahu kepanjangan PKM kan? :)
Yapp! PKM
kepanjangan dari Program Kreativitas Mahasiswa.
Sebuah
ajang kompetisi terbesar mahasiswa Indonesia dari berbagai disiplin ilmu
Lalu ada
berapa jenis PKM sih? Titik penilaiannya dimana?
Hmm, do
you want to know?
Lets check
it out! My experience in training of trainer at tanjung hotel, Tretes, Prigen,
Pasuruan on Saturday, June 14th 2014 till Monday, June 15th
2014.
Training
of trainer? What is that?
Namanya
saja Training of Trainer yang pasti pelatihan untuk pelatih. Kira – kira
pelatih apa nih? Ada kata PKM, ada kata pelatih. Hmm, kaitkan saja. Pelatih PKM
(*Lha?)
Haha,
lebih tepatnya pendamping keilmiahan untuk PKM tahun berikutnya.
Ini
merupakan sebuah ajang pelatihan yang menitikberatkan pada cara membuat PKM, analisa
kriteria PKM yang di danai dan yang lolos PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa
Nasional), serta cara penilaiannya.
Ini dia
beberapa rangkuman materi dari pelatihan tersebut!
- PKM-P (Penelitian) Apa sih definisi kata penelitian? Menurut saya, Penelitian adalah proses mengkaji suatu bidang ilmu yang kemudian diimplementasikan untuk menemukan solusi dari permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. Tujuan PKM-P yaitu meningkatkan kreativitas untuk menghadapi masalah di lingkungan sekitar. Nah, karena itu Penelitian harus in-line atau sejalan dengan bidang ilmu yang sedang kita tekuni. Poin kedua, sebelum melakukan penelitian lihat permasalahan dari berbagai sudut pandang (Who,What,Where,When,How,Which). Ketiga, kita harus berfikir Out of The Box! Tetapi ingat! Harus ada dasar teori yang kuat dan jelas.
- PKM-K (Kewirausaahan) Kata kewirausahaan? Hmm, dekat dengan kata bisnis bukan? Dengan demikian, kita harus melihat kebutuhan masyarakat agar produk kita mampu diterima dengan baik. Tujuan dari PKM-K yaitu menghasilkan karya kreatif, inovatif dalam membuka peluang usaha. Ingat! Poin pertama, cari masalah, baru bikin produknya! Jangan membikin produk terlebih dahulu dan mencari ‘korban’ setelah produk jadi. Poin kedua, tentukan segmentasi produk! Ketiga, lihat kebutuhan market/pasar! Keempat, lihat sejauh apa potensi produk dimasa mendatang. Bisa berupa potensi pemasaran, potensi keuntungan/profit, dan repeat order. Kelima, beri sentuhan teknologi agar terlihat lebih modern dan canggih.
- PKM-M (Pengabdian Masyarakat). Ini dia yang perlu diperhatikan dalam membuat PKM-M : 1. Masyarakat sasaran yang tidak produktif, 2. Permasalahan masyarakat sasaran, 3. Media pengabdian masyarakat, 4. Metode pelaksanaan yang berkelanjutan, 4. Ukuran perubahan di masyarakat setelah pengabdian, dan 5. Keberlanjutan program. Dan ingat! Dalam membuat PKM-M kalian harus menentukan mitra sejak awal pembuatan PKM. Jangan sampai ketika kegiatan sudah setengah jalan kalian baru menentukan mitra!
- PKM-T (Teknologi) Teknologi? Yaitu sebuah tindakan yang bertujuan untuk memecahkan masalah – masalah praktis serta menciptakan barang/ jasa yang dapat dipasarkan dan dapat memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Teknologi seperti apa sih yang dapat dikatakan teknologi tepat guna? Hmm, yang pertama sesuai dengan kearidan lokal. Kedua, berwawasan lingkungan. Dan yang terakhir, mudah dioperasikan dan efisien. Ini yang perlu diperhatikan dalam membuat PKM-T: Tidak ada kegiatan penelitian, Tidak ada metode penelitian, Harus ada kerjasama dengan mitra, dan ada tinjauan pustaka.
- PKM-KC (Karsa Cipta) Merupakan perancangan suatu alat atau prototype. Tetapi ingat prototype yang dibuat harus berfungsi sebagaimana aslinya. Bukan hanya pemodelan!
- PKM-GT (Gagasan Tertulis) Gagasan yang dimaksud harus bersifat visioner, bisa diterapkan minimal 5 tahun kemudian. Tetapi tetap berlandaskan pada keilmuan lo. Jangan ngarang! Poin pertama, kuatkan di tinjauan pustaka, daftar pustaka harus relevan. Ingat ini bukan ajang mengarang bebas! Poin kedua, bermainlah pada desain! Karena ini akan sangat membantu ;)
- PKM-AI (Artikel Ilmiah)
Ingat!
Apa yang kamu lakukan tidak akan sia – sia. Walau perubahan itu kecil meskipun
keringatmu telah bercucuran, yakinlah bahwa usaha itu akan tetap bernilai
dihadapanNya. Niatkan untuk kebaikan umat. Never give up! :)
Subscribe to:
Posts (Atom)