Bahagia itu sederhana.
Saat kita jauh dari orang tua dan tidak ada yang mengontrol keimanan kita, kita di dekatkan dengan orang - orang luar biasa.
yang ketika kita bilang "ayo sholat!", dengan hangat mereka menjawab "ayo!"
Ketika kita lalai, mereka ada untuk mengingatkan
Ketika kita berkata, "besok puasa yuk?", mereka menjawab, "iya, insya Allah"
pagi - pagi saat kita bertanya, "kamu jadi puasa kan?" :)
jawabannya, "alhamdulillah, iya"
Berasa tidak berjuang sendiri
Jadi ingat lebih dari 1 tahun lalu, tepat saat SNMPTN, pemilihan perguruan tinggi. Ada keyakinan tersendiri untuk hanya memilih jurusan dan universitas ini.
Tetapi bagaimana pun juga Dia yang Maha menentukan. Inget banget dulu pernah minta sama Dia, "kalau jurusan dan universitas ini adalah yang terbaik menurutMu dan bagi saya, maka semoga penerimaan ini menjadi jalan terbaik. Jika tidak, lebih baik jangan"
"dan jika diterima, dekatkan lah dengan orang - orang baik yang juga mencintaiMu agar diri ini selalu terjaga untuk tetap berada di jalanMu"
dan ternyata Dia benar - benar memberi seperti apa yang saya minta saat itu, subhanallah
If you can dream it, you can do it! Believe in yourself! Have faith in your abilities! Without a humble but reasonable confidence in your own powers you cannot be successful or happy :) Keep your eyes on stars and your feet on the ground !
Monday, 29 September 2014
Sunday, 28 September 2014
Di Balik Indahnya Langit Hari Ini
Langit itu indah ya :)
Seperti ada yang tersimpan disana.
Bukan hanya karena sinar bulan dan matahari yang begitu terang, tetapi rahasia yang ada di baliknya.
"Demi matahari dan sinarnya di pagi hari. Demi bulan apabila mengiringinya. Demi siang apabila menampakkannya. Demi malam apabila telah menutupinya. Demi langit serta pembinaannya. Demi bumi serta penghamparannya. Demi jiwa serta penyempurnaannya"
Disana kita bisa melihat, Dia sedang menunjukkan eksistensi melalui ciptaanNya.
Coba lihat ke langit! Hari ini, bulan sedang dalam keadaan sabit :)
Seperti ada yang tersimpan disana.
Bukan hanya karena sinar bulan dan matahari yang begitu terang, tetapi rahasia yang ada di baliknya.
"Demi matahari dan sinarnya di pagi hari. Demi bulan apabila mengiringinya. Demi siang apabila menampakkannya. Demi malam apabila telah menutupinya. Demi langit serta pembinaannya. Demi bumi serta penghamparannya. Demi jiwa serta penyempurnaannya"
Disana kita bisa melihat, Dia sedang menunjukkan eksistensi melalui ciptaanNya.
Coba lihat ke langit! Hari ini, bulan sedang dalam keadaan sabit :)
Saturday, 27 September 2014
Be A Productive Muslimah
Kita punya waktu 24 jam untuk melakukan hal - hal yang bermanfaat setiap harinya. Jadi manfaatkan waktu itu sebaik - baiknya. Lakukan banyak hal, tapi jangan lupa sama Allah.
Judulnya aja Be a Productive Muslimah, jadi ya kita harus bisa membuktikan. Seorang muslimah bisa berprestasi, bisa berkarya!
Waktu itu gak bakal terulang, coba deh ingat surah 103. Jelas - jelas Dia mengingatkan kita tentang pentingnya waktu. So, jangan malas - malasan lagi. Ayo jadi Productive Muslimah. Jangan gampang ngeluh ketika sudah memiliki target. Sedikit yang saya dapat dari majelis ilmu tadi
1. Pikirkan apa yang berani kamu impikan
2. Inginkan apa yang berani kamu pikirkan
3. Putuskan apa yang berani kamu inginkan
4. Rencanakan apa yang berani kamu putuskan
5. Lakukan apa yang berani kamu rencanakan
6. Perjuangkan apa yang berani kamu lakukan
7. Sukseskan apa yang berani kamu perjuangkan
Seorang muslimah sejati dia yang dengan akhlak, aqidah, iman, semangat, dan hijabnya dia bisa membawa perubahan, meninggalkan jejak positif di setiap peradaban.
Dia sekalipun memiliki tuntutan dan tanggung jawab yang begitu besar, tetap mampu tersenyum dan berkata "insyaAllah bisa". Selalu kuat dan bersyukur atas segala yang terjadi. Percaya bahwa segala yang terjadi dibawah kekuasaanNya. Semangat terus memperbaiki diri untuk menjadi Muslimah produktif!
Judulnya aja Be a Productive Muslimah, jadi ya kita harus bisa membuktikan. Seorang muslimah bisa berprestasi, bisa berkarya!
Waktu itu gak bakal terulang, coba deh ingat surah 103. Jelas - jelas Dia mengingatkan kita tentang pentingnya waktu. So, jangan malas - malasan lagi. Ayo jadi Productive Muslimah. Jangan gampang ngeluh ketika sudah memiliki target. Sedikit yang saya dapat dari majelis ilmu tadi
1. Pikirkan apa yang berani kamu impikan
2. Inginkan apa yang berani kamu pikirkan
3. Putuskan apa yang berani kamu inginkan
4. Rencanakan apa yang berani kamu putuskan
5. Lakukan apa yang berani kamu rencanakan
6. Perjuangkan apa yang berani kamu lakukan
7. Sukseskan apa yang berani kamu perjuangkan
Seorang muslimah sejati dia yang dengan akhlak, aqidah, iman, semangat, dan hijabnya dia bisa membawa perubahan, meninggalkan jejak positif di setiap peradaban.
Dia sekalipun memiliki tuntutan dan tanggung jawab yang begitu besar, tetap mampu tersenyum dan berkata "insyaAllah bisa". Selalu kuat dan bersyukur atas segala yang terjadi. Percaya bahwa segala yang terjadi dibawah kekuasaanNya. Semangat terus memperbaiki diri untuk menjadi Muslimah produktif!
Friday, 26 September 2014
Dan Cinta itu Datang Ketika ku Mulai Kembali MencintaiNya
Apa cinta itu salah? Enggak kan?
Karena saya yakin Dia yang ngasih perasaan itu. Tetapi masalahnya, cara mengendalikannya yang susah.
Susah juga ketika cinta itu datang saat saya ingin memfokuskan diri dalam hal lain. Perasaan yang entah datang darimana, perasaan yang Dia berikan saat saya sedang berusaha kembali mencintaiNya sepenuh hati.
Apa ini hanya cobaan? Sering bertanya - tanya kenapa perasaan ini bisa ada. Cuma bisa curhat sama Dia. Sering nangis di hadapanNya kalau sudah gak tahu lagi gimana cara mengendalikannya.
Berusaha banget menahan pandangan, membatasi komunikasi, dan menghindar darinya.
Sampai akhirnya saya sadar, saya tidak bisa terus - terusan seperti ini karena bagaimana pun juga saya harus bisa mengendalikannya.
Di setiap sujud selalu meminta kepadaNya untuk membantu mengendalikan perasaan ini. Jika perasaan ini dariNya, biarkan Dia yang mengatur jalan ceritanya.
Dia memang Maha pengasih, Maha penyayang, Maha mendengar, Maha segala - galanya. Bersyukur banget karenaNya perasaan ini bisa dikendalikan.
Karena hanya Dia cinta yang pertama dan utama. Karena ketaatan dan kedekatan kepadaNya dapat menjadi kekuatan yang luar biasa yang mampu menghadirkan penghalang. :)
Karena saya yakin Dia yang ngasih perasaan itu. Tetapi masalahnya, cara mengendalikannya yang susah.
Susah juga ketika cinta itu datang saat saya ingin memfokuskan diri dalam hal lain. Perasaan yang entah datang darimana, perasaan yang Dia berikan saat saya sedang berusaha kembali mencintaiNya sepenuh hati.
Apa ini hanya cobaan? Sering bertanya - tanya kenapa perasaan ini bisa ada. Cuma bisa curhat sama Dia. Sering nangis di hadapanNya kalau sudah gak tahu lagi gimana cara mengendalikannya.
Berusaha banget menahan pandangan, membatasi komunikasi, dan menghindar darinya.
Sampai akhirnya saya sadar, saya tidak bisa terus - terusan seperti ini karena bagaimana pun juga saya harus bisa mengendalikannya.
Di setiap sujud selalu meminta kepadaNya untuk membantu mengendalikan perasaan ini. Jika perasaan ini dariNya, biarkan Dia yang mengatur jalan ceritanya.
Dia memang Maha pengasih, Maha penyayang, Maha mendengar, Maha segala - galanya. Bersyukur banget karenaNya perasaan ini bisa dikendalikan.
Karena hanya Dia cinta yang pertama dan utama. Karena ketaatan dan kedekatan kepadaNya dapat menjadi kekuatan yang luar biasa yang mampu menghadirkan penghalang. :)
Subscribe to:
Posts (Atom)