Thursday, 14 June 2012

Jangan menyerah, tetap berusaha semaksimal mungkin :)


Kegagalan saat ini tak berarti kegagalan di masa depan dan keberhasilan saat ini juga tak menjamin keberhasilan di masa depan

Kegagalan akan menjadi keberhasilan jika ada keinginan untuk terus belajar, berusaha, berdoa, dan konsisten terhadap apa yang ingin diraih sekalipun banyak hambatan yang harus dilalui...
dan Keberhasilan akan menjadi sebuah kegagalan apabila seseorang berhenti berusaha, sering mengeluh atas kegagalan dan kesedihan yang baru saja ia alami, dan selalu mengalihkan impian, harapan, dan cita-cita saat   menghadapi kesulitan

Sekarang coba kita bandingkan antara dunia kerja dengan dunia sekolah saat ini...

  1. kalau pada dunia kerja, kerjasama untuk membangun sebuah sistem itu penting banget, tapi kalau pembelajaran sekolah? justru kerjasama yang kita lakukan apalagi sampai membangun sistem dan strategi untuk mencontek itu dianggap sebagai pelanggaran.
  2. kalau di sekolah, anak yang tidak bisa dalam beberapa mata pelajaran akan mendapat peringkat jelek, padahal dalam dunia kerja, tidak semua pelajaran dapat digunakan untuk meraih kesuksesan. dalam dunia kerja bukan lagi tentang masalah siapa yang pintar dan siapa yang bodoh, tapi tentang siapa yang memiliki tekad yang kuat.
  3. usaha yang dilakukan dalam dunia kerja tak semudah usaha untuk mendapatkan nilai di sekolah. bahkan mungkin dalam dunia kerja keberhasilan itu baru datang jika seseorang telah melalui seratus atau mungkin seribu kegagalan serta mencoba seribu cara yang berbeda. tidak seperti mengerjakan soal matematika, kimia, atau apapun juga, ketika kita tidak bisa mengerjakan, dengan mudahnya kita bisa meminta bantuan guru atau teman, tapi dalam dunia karier? apakah kita bisa meminta orang lain untuk menunjukkan jalan kesuksesan? sangat tidak mungkin, karena orang lain pun sibuk memikirkan kariernya masing-masing
  4. presepsi kita sebagai pelajar umumnya ingin bersekolah, mendapat nilai bagus, dan berkuliah di fakultas favorit untuk memperoleh pekerjaan yang bagus, jabatan yang unggul. tapi apakah kita menyadari bahwa setinggi apapun jabatan itu, selama tetap bekerja pada sebuah perusahaan, kita adalah employee bukan seorang owner.

karena itu, sebenarnya yang namanya mencontek itu bukan sebuah hal yang negatif, justru dengan mencontek kita bisa melatih melakukan strategi, kerjasama, dan membangun sistem dengan orang lain, tetapi selama bersekolah apakah pembelajaran tentang strategi dan kerjasama itu hanya terpaku pada kegiatan contek - mencontek? tentu tidak kan?
nah kalau kita berusaha mengerjakan sendiri berarti kita sudah melakukan usaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan suatu permasalahan. dan usaha yang keras juga merupakan salah satu jalan kesuksesan.
jadi jangan dianggap suatu perbedaan itu sebuah permasalahan yang sangat rumit, seseorang yang mencontek atau jujur itu punya jalan sendiri untuk melatih kemampuan dirinya masing - masing. dan tentunya masing - masing antara kedua pilihan itu ada resikonya, yang jujur kehilangan kesempatan untuk melatih kemapuan kerjasama nya dan yang mencontek kehilangan kesempatan untuk meningkatkan usaha dan tekadnya...
tetapi, pasti ada cara untuk mencapai semuanya secara maksimal dan itu tergantung bagaimana seseorang mampu menempatkan diri pada kondisi yang berbeda.

jika pada akhirnya banyak yang menjadi pegawai, dan menyebabkan indonesia tetap menjadi negara berkembang itu bukan seluruhnya kesalahan warganya. Kalau kita tinjau lagi sistem pembelajaran di indonesia, kita akan mendapati bahwa seolah kita memang dicetak sebagai seorang employee bukan seorang owner. wajib sekolah 12 tahun, kuliah, nilai maksimal dan semua itu dilakukan untuk mendapat posisi kerja yang tinggi, mendapat gaji yang tinggi pula. sistem pembelajaran di indonesia tidak pernah mengajarkan bagaimana kita berdiri dan terus berdiri saat kita sering terjatuh, bagaimana terus konsisten terhadap 1 tujuan, mengusahakan sesuatu dengan sungguh - sungguh...

jadi, orang yang dalam dunia sekolah saat ini dianggap tidak berhasil, belum tentu ia benar - benar gagal, karena kegagalan itu tidak bisa diukur dari kemampuannya saja, tetapi lebih menjurus pada usaha, doa dan kemauan yang kuat pada masing -masing individu untuk mengeksplor kemampuannya... karena pada dasarnya kemampuan setiap manusia itu sama...



No comments:

Post a Comment